Posted by: tu2t1 on: Desember 23, 2008
Tanah ibarat hati sedangkan benih padi ibarat ilmu atau nasihat atau pengajaran kehidupan. Ini merupakan perumpamaan kisah yang dapat di ambil pelajarannya atau hikmah.
Saat musim tanam akan tiba seorang petani mempersiapkan segalanya terutama tanah yang baik serta benih yang unggul yang dapat menghasilkan padi yang unggul pula. Benih-benih yang unggul tersebut di simpan pak tani ke dalam kantong. Tanpa disadari pak tani kantong itu sedikit bolong.
Saat melewati jalan besar beberapa benih jatuh ke jalan besar tersebut lalu di makan oleh burung.
Saat melewati jalan bebatuan beberapa benih jatuh ke dalam bebatuan lalu menjadi tumbuhan yang menempel di bebatuan tersebut hampir sejenis lumut.
Saat melewati semak belukar beberapa benih jatuh ke dalam semak belukar tersebut,benih memang tumbuh tapi dia mati karena semak belukar tersebut lebih kuat.
Dan yang terakhir benih tersebut di tanam oleh petani di tanah yang baik,benih tumbuh dengan subur serta dapat menghasilkan padi yang unggul.
Dari cerita di atas kalian bisa menggambarkan seperti apakah sebenarnya hati kalian kawan,
Pertama,saat benih jatuh di jalan lalu di sambar oleh burung. Ilmu/nasihat itu sudah kawan-kawan terima ato dah di catet ato apalah,namun tidak diterapkan ato hanya sekedar wacana belaka ibaratnya di sambar oleh burung. Kalo orang bilang “masuk telinga kanan keluar telinga kiri,lewat thok (ini kata org jawa)”.
Ini merupakan karakter hati yang cueX bebeX ato lugu (loe2 gue2),mboh ah mana da urus(kata orang jawa,heee),tidak peduli dengan lingkungannya.
Kedua,saat benih jatuh di bebatuan. Ini menggambarkan seseorang yang keras hatinya sekeras batu sehingga membentuk sifat keras kepala terhadap ilmu/nasihat yang diterima. Sehingga ilmu/nasihat yang diterima mudah dicabut ato lemah karakter ato lemah syahwat.
Ketiga,saat benih jatuh ke dalam semak belukar. Ini menggambarkan karakter seseorang yang mudah sakit hati(bukan lever maksudnya,hee) ato orang tidak mudah menerima kritikkan ato dendam kesumat ato bilang iya tp di hati nggerundel(protes). Sehingga ilmu/nasihat yang diterima cepat mati meski ia awalnya tumbuh di hati.
Keempat,benih tersebut tumbuh di tanah yang baik. Ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang kuat dalam segala hal meski ilmu/nasihat yang ia terima bentuk tulisan ato lisan yang memiliki nada tinggi sekalipun. Ia tetap mampu berpikir positif. Sehingga ilmu/nasihat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Marilah kawan kita nilai hati kita sendiri seperti apa. Karena hati seperti komponen utama dalam setiap karakter yang kita miliki.
Sekian dan terima kasih… Good luck…
Januari 13, 2009 pada 12:43 am
Nice post.. Keep Posting ya.?! di tunggu postingan selanjutnya, dan kapan kapan main k blog ku ya?! di tunngu lho..